Welcome to My Blog
Tampilkan postingan dengan label Christmas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Christmas. Tampilkan semua postingan

4 Desember 2011

About Christmas Ornament

Arti dan Harapan Hiasan Natal



Desember tiba. Kita mempersiapkan perayaan Natal salah satunya dengan menghias rumah dengan berbagai ornament-ornament Natal. Hiasan-hiasan ini nyatanya tak menjadi sekedar penghias, tapi punya arti dan mengandung harapan yang menjiwai semangat Natal. Apa arti dan harapan yang ada pada setiap hiasan itu? Simak yang berikut ini :

BINTANG DAN TIGA RAJA : Lambang Ketaatan Dan Kerendahan Hati
Dikisahkan, berita kelahiran Yesus saat itu terdengar sampai ke telinga Tiga Raja dari Timur.

KRANS DEDAUNAN : Lambang Harapan, Suka Cita, Dan Kasih
Dedaunan yang dirangkai melingkar ini biasa disebut rangkain adven. Rangkain ini menggambarkan perjalanan umat Kristiani, khususnya Katholik, dalam masa penantian akan kedatangan Tuhan di hari Natal. Adven, berasal dari kata latin adventus yang artinya “kedatangan”, adalah masa atau periode sebelum Natal yang dimulai pada minggu ke-4 sebelum Natal dan berakhir pada malam Natal.

LONCENG : Lambang Kumandangkan Kemeriahan Natal
Kegembiraan dan kemeriahan Natal disimbolkan Lonceng, ketika lonceng-lonceng ini dibunyikan, maka kumandangnya menyemarakan seluruh bumi. Kegembiraan Natal pun menyelimuti umat-Nya.

CEMARA SI POHON NATAL
: Lambang Kesetiaan Iman
Kesemarakan Natal menjadi lebih meriah dengan hadirnya pohon ini, Jerman, adalah negara yang disebut-sebut pencipta tradisi ini. Adalah Santo Bonifasius penyebar agama Kristen di Jerman. Dia murka ketika di tengah lawatannya berjumpa dengan sekelompok orang yang sedang memuja pohon oak. Maka, pohon oak pun ditebangnya. Keajaiban terjadi, dari akar pohon yang telah tumbang itu tumbuh tunas cemara. Kejadian ini dipercaya sebagai tanda akan kesetiaan orang Kristiani akan imannya. Dan sejak kejadian itu, di abad ke-15 mulailah pohon cemara dipakai sebagai hiasan Natal di Jerman.

POINSETTA : Lambang Berseminya Iman dan Harapan Baru
Asal usul namanya poinsetta (Euphorbia pulcherrima) berasal dari nama Joel Roberst Pinsett, seorang duta besar pertama Amerika untuk Mexico. Kecintaannya terhadap ilmu botani membawanya menemukan semak berbunga merah yang tumbuh liar di pinggir jalan daeah Mexico Selatan pada tahun 1828, dan membawa tanaman ini ke greenhouse-nya di South Carolina.

MALAIKAT : Lambang Cinta, Kesucian, Dan Perdamaian
Karena kecintaannya kepada umatnya, kelahiran Yesus diberitakan ke seluruh dunia melalui kabar yang dibawa oleh malaikat utusan Allah. Kabar gembira ini mengandung makna damai bagi seluruh umat manusia dan kecintaan Tuhan yang rela hadir ke dunia dan menjelma menjadi manusia.

SANTA CLAUS DAN KAUS KAKI : Lambang Kebaikan Tuhan dan Berkat
Santa Klaus mengisahkan seorang bernama Nicholaus yang begitu murah hati membantu orang lain. Apa yang dilakukan Nicholaus diterjemahkan dalam tradisi Natal yang dilakukan orang pada saat ini. Pada malam Natal, kaus kaki digantungkan di pohon terang atau di pintu-pintu. Keesokan harinya ketika Natal tiba, kaus-kaus sudah berisi hadiah yang dibawa oleh “Santa Claus” yang diperuntukkan bagi anak-anak yang hidupnya baik dan taat pada Tuhan.



Sumber :
http://www.mypepito.info

Tradisi Perayaan Natal di Eropa dan Amerika

Australia

Negara kangguru ini memiliki tradisi unik dalam menyemarakkan Hari Natal. Istilah White Christmas hanya dikenal di Eropa atau negara di Kutub Utara. Lain hal dengan wilayah selatan seperti di Australia. Natal di Australia terjadi saat musim panas. Tak heran jika semarak Natal lebih bergemuruh di luar ruangan, seperti di kolam renang, cafe, hotel, pantai, dan pusat perbelanjaan.
Biasanya menjelang Natal hingga Tahun Baru, warga Australia mengadakan perlombaan kriket dan perahu dayung (yatch). Menjelang perayaan tersebut, banyak sekolah dan kantor merayakan acara “Secret Santa”, yakni saling memberi hadiah kepada teman. Dalam acara itu, biasanya si penerima diminta menebak siapa si pemberi hadiah.
Layaknya tradisi Natal di negara lain, warga Australia juga kerap mengadakan kumpul bersama teman dan saudara dengan jamuan makan. Biasanya yang selalu ada, yakni menyajikan barbecue untuk makan siang, dengan bahan berupa daging sapi, udang atau ayam. Sebagai sajian penutup tak ketinggalan selalu ada ice cream atau sorbet. Tak ketinggalan vegemite (vegie), sejenis olesan pasta yang terbuat dari ekstrak ragi sisa pembuatan bir. Bahkan vegie menjadi ikon nasional Australia, karena warga asli Australia selalu menyediakannya setiap hari, termasuk saat Natal.
Kemeriahan suasana Natal semakin bertambah dengan menjamurnya toko yang buka hingga larut malam dan diskon besar-besaran selama lebih dari sepekan. Bahkan sehari setelah Natal, 26 Desember, mereka merayakan tradisi belanja yang dikenal “boxing day”. Tidak hanya itu, kemeriahan semakin bertambah dengan hadirnya pohon Natal “raksasa” di Brisbane Square. Fenomena pohon Natal “raksasa” ini juga ditemukan di kota-kota besar lain, seperti Sydney dan Melbourne.
Amerika Serikat
Tak terlewatkan Negeri Paman Sam, sukacita Natal sudah terasa dari awal Desember. Warga Amerika sejak minggu pertama di bulan Desember sudah berlomba menghias rumah, outlet, jalanan, tempat wisata dengan pernak-pernik Natal. Tak heran suasana Natal sangat meriah di negeri ini.
Natal di Amerika tidak hanya menjadi hari raya keagaamaan, tetapi momen tepat untuk kumpul bersama keluarga dan kerabat. Di saat itu, biasanya mereka saling bertukar kado dan mengucapkan “Marry Christmas” . Seperti negara lain, di saat kumpul, mereka menghidangkan jamuan tradisional di atas meja makannya. Saat malam hari mereka selalu menghidangkan daging angsa, kalkun panggang dengan beragam sayuran rebus dan selada. Ketika siang hari, segelas air jeruk (squash) dinikmati bersamaan dengan Pie labu.
Uniknya, perusahaan besar, sekolah, gereja, dan supermarket mengadakan Jun Raising. Saat itu, sebuah tong kosong yang besar bertuliskan “isikan makanan atau pakaian untuk orang-orang tidak mampu”. Seketika itu, orang yang lewat akan menaruh sebagian milik mereka ke dalamnya. Selain itu ada juga tradisi mengumpulkan makanan untuk binatang peliharaan seperti anjing dan kucing. Anjing dan kucing merupakan binatang peliharaan terfavorit di Amerika. Sampai-sampai, mereka menganggap seperti anak kandung sendiri.
Meksiko
Masyarakat Meksiko merayakan Natal dengan menggelar festival selama sembilan hari. Di setiap rumah akan terlihat boneka-boneka dari tanah liat yang digantung di atap rumah. Pinata, sebutan boneka ini, berisikan permen serta hadiah-hadiah natal yang menarik. Setiap tamu yang datang berkunjung untuk mengucapkan selamat natal berhak memilih boneka untuk dipecahkan dan hadiah di dalamnya akan menjadi miliknya.
Meskipun perayaan Natal mendunia, Meksiko merayakan dengan tradisinya yang khas dan lebih lama dari biasanya. Beragam kegiatan berlangsung mulai dari 16 Desember hingga 6 Januari. Ada banyak nama festival pada Natal setelah hari kedua belas sesudahnya, Twelfth Night, Epiphany, Three Kings Day, dan 6 Januari. Tradisi ini di Meksiko disebut Dia de Reyes, yaitu tradisi anak-anak yag meninggalkan sepatu mereka di depan pintu supaya diisi hadiah oleh orang-orang majus (tiga raja). Saat itu juga palungan dan semua perlengkapan tidak lagi dipajang.
Natal di Meksiko diperingati dengan misa tengah malam dan dilanjutkan dengan makan malam bersama. Biasanya mereka menikmati Rosca de Reyes, yakni roti khusus yang dibuat saat Natal. Bentuknya seperti mahkota yang dihiasi dengan buah-buah kering dan di dalamnya tersembunyi boneka kecil yang terbuat dari plastik. Dalam acara makan bersama ini, setiap tamu memotong Rosca untuk dirinya sendiri. Apabila mereka menemukan boneka yang melambangkan bayi Yesus dalam potongan Rosca, mereka harus mengadakan pesta pada 2 Februari yang disebut Candlemas. Saat Candlemas, harus tersedia temale dan atole untuk semua tamu yang datang.
Tradisi lain yang terkenal adalah Las Posadas yang diselenggarakan setiap malam selama 9 hari, dari tanggal 16 Desember dan Malam Natal. Posadas yakni pemutaran adegan yang diperankan masyarakat mengenai perjalanan Yusuf dan Maria dalam mencari tempat untuk menginap dan melahirkan Yesus. Namun kini, Posadas juga dimeriahkan dengan pesta, di mana orang dewasa diberikan jus buah pekat dengan ditambahkan sedikit alkohol untuk menghangatkan badan. Keramaian Posadas juga harus diimbangi dengan Piñata. Piñata merupakan ekspresi seni rakyat Meksiko yang disemarakkan melalui permainan yang digemari anak-anak dan orang dewasa. Piñata adalah patung boneka yang terbuat dari tanah liat yang biasanya diisi dengan buah-buahan, kacang-kacangan, permen, dan mainan kecil di dalamnya.
Inggris
Layaknya Natal di negara lain, Inggris juga memeriahkannya dengan misa ke gereja, makan malam bersama, dan tukar hadiah. Namun, di Inggris terdapat suatu tradisi mematahkan crackers (semacam kue panjang yang di dalamnya terdapat karton bertulisan). Tradisi ini ada sekitar tahun 1847, mulanya crackers ini cuma ide iseng dari Tom Smith untuk promosi permen buatannya, tapi lama kelamaan orang jadi ketagihan dengan bunyi crack waktu crackers dipatahkan dan jadilah satu tradisi natal sampai sekarang.
Di Inggris, terdapat hidangan wajib yang harus tersedia dalam menyambut Natal, yakni Puding, Plum, dan Pie. Bila di negara lain terdapat fruitcake, lain hal dengan di Inggris. Sajiannya berupa Puding yang berisikan buah kering dan kacang-kacangan. Uniknya, saat proses mengaduk adonan, sang pembuat sambil memohon sesuatu dan pengadukannya harus searah jarum jam (tidak boleh semaunya atau berlainan arah). Hal itu karena masyarakat Inggris meyakini hanya dengan cara tersebut, pemohonannya terkabulkan.


Source : http://bakeryindonesia.co.id/

History Of Christmas Songs


 
Setiap  Natal, kita selau menyanyi dan  mendengar lagu-lagu Natal. Rasanya tidak bosan mendengar lagu-lagu itu dari kecil sampai sekarang ini. Apalagi jika kita mendapatkan versi lamanya atau malah versi aransemen barunya yang dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi dunia. Anda tahu, ada banyak sejarah unik di berbagai lagu-lagu Natal. Berikut di antaranya.....

Malam Kudus (Silent Night)

Naskah Asli Stille Nacht
.
Kita tentu akan merasa ada sesuatu yang kurang kalau ada perayaan Natal tanpa menyanyikan Malam Kudus, bukan? Terjemahan-terjemahan lagu Natal kesayangan itu sedikit berbeda satu dari yang lainnya, namun semuanya hampir serupa. Hal itu berlaku juga dalam bahasa-bahasa asing. Lagu itu begitu sederhana, sehingga tidak perlu banyak selisih pendapat atau perbedaan kata dalam menterjemahkannya. Malam Kudus sungguh merupakan lagu pilihan, karena dinyanyikan dan dikasihi di seluruh dunia. Bahkan para musikus ternama rela memasukkannya pada acara konser dan piringan hitam mereka. Anehnya, nyanyian yang terkenal di seluruh dunia itu sesungguhnya berasal dari sebuah desa kecil di daerah pegunungan negeri Austria. Inilah ceritanya ...
.
Stille Nacht! Heilige Nacht!
.
Orgel di gereja desa Oberndorf sedang rusak. Tikus-tikus sudah mengunyah banyak bagian dalam dari orgel itu. Seorang tukang orgel telah dipanggil dari tempat lain. Tetapi menjelang Hari Natal tahun 1818, orgel itu belum selesai diperbaiki. Sandiwara Natal terpaksa dipindahkan dari gedung gereja, karena bagian-bagian orgel yang sedang dibetulkan itu masih berserakan di lantai ruang kebaktian. Tentu tidak seorangpun yang mau kehilangan kesempatan melihat sandiwara Natal.
.
.
Pertunjukan itu akan dipentaskan oleh beberapa pemain kenamaan yang biasa mengadakan tour keliling. Drama Natal sudah menjadi tradisi di desa itu, sama seperti di desa-desa lainnya di negeri Austria. Untunglah, seorang pemilik kapal yang kaya raya mempunyai rumah besar di desa itu. Ia mengundang para anggota gereja untuk menyaksikan sandiwara Natal itu di rumahnya. Tentu saja Josef Mohr, pendeta pembantu dari gereja itu diundang pula. Pada malam tanggal 23 Desember, ia turut menyaksikan pertunjukan di rumah orang kaya itu. Sesudah drama Natal itu selesai, Pendeta Mohr tidak terus pulang. Ia mendaki sebuah bukit kecil yang berdekatan. Dari puncaknya ia memandang jauh ke bawah, dan melihat desa di lembah yang disinari cahaya bintang yang gemerlapan. Sungguh malam itu indah sekali ... malam yang kudus ... malam yang sunyi...
.
Silent Night! Holy Night!
.
Pendeta Mohr baru sampai ke rumah tengah malam. Tetapi ia belum juga siap tidur. Ia menyalakan lilin, lalu mulai menulis sebuah syair tentang apa yang telah dilihatnya dan dirasakannya pada malam itu. Keesokan harinya pendeta muda itu pergi ke rumah temannya Franz Gruber, yang juga masih muda, adalah kepala sekolah di desa Arnsdorf, yang terletak tiga kilometer jauhnya dari Oberndorf. Ia pun merangkap pemimpin musik di gereja yang dilayani oleh Josef Mohr.
.
100th anniversary of Silent Night Christmas carol, 1918.
.
Pendeta Mohr lalu memberikan sehelai kertas lipatan kepada kawannya. Inilah hadiah Natal untukmu, katanya, sebuah syair yang baru saja saya karang tadi malam. Terima kasih, pendeta! balas Franz Gruber. Setelah mereka berdua diam sejenak, lalu pendeta muda itu bertanya: Mungkin engkau dapat membuat lagunya, ya? Franz Gruber senang atas saran itu. Segera ia mulai bekerja dengan syair hasil karya Josef Mohr. Pada sore harinya tukang orgel itu sudah cukup membersihkan ruang kebaktian sehingga gedung gereja dapat dipakai lagi.
.
Franz Gruber, penggubah melodi lagu “Malam Kudus”
.
Tetapi orgel itu sendiri masih belum dapat digunakan. Penduduk desa berkumpul untuk merayakan Malam Natal. Dengan keheranan mereka menerima pengumuman, bahwa termasuk pada acara malam itu ada sebuah lagu Natal yang baru. Franz Gruber sudah membuat aransemen khusus dari lagu ciptaannya untuk dua suara, diiringi oleh gitar dan koor. Mulailah dia memetik senar pada gitar yang tergantung dipundaknya dengan tali hijau. Lalu ia membawakan suara bas, sedangkan Josef Mohr menyanyikan suara tenor. Paduan suara gereja bergabung dengan duet itu pada saat-saat yang telah ditentukan. Dan untuk pertama kalinya lagu Malam Kudus diperdengarkan.
.
Tukang orgel turut hadir dalam kebaktian Malam Natal itu. Ia senang sekali mendengarkan lagu Natal yang baru. Mulailah dia bersenandung, mengingat not-not melodi itu dan mengulang-ulangi kata-katanya. Malam Kudus masih tetap bergema dalam ingatannya pada saat ia selesai memperbaiki orgel di Obendorf. lalu pulang. Sekarang masuklah beberapa tokoh baru dalam ceritanya, yaitu: Strasser bersaudara. Keempat gadis Strasser itu adalah anak-anak seorang pembuat sarung tangan. Mereka berbakat luar biasa di bidang musik.
.
Sewaktu masih kecil, keempat gadis Strasser itu suka menyanyi di pasar, sedangkan ayah mereka menjual sarung tangan buatannya. Banyak orang mulai memperhatikan mereka, dan bahkan memberi mereka uang atas nyanyiannya. Demikian kecilnya permulaan karier keempat gadis Strasser itu, hanya sekedar menyanyi di pasar. Tetapi mereka cepat menjadi tenar. Mereka sempat berkeliling ke banyak kota. Yang terutama mereka tonjolkan ialah lagu-lagu rakyat dari tanah air mereka, yakni dari daerah pegunungan negeri Austria.
.
Tukang orgel tadi mampir ke rumah keempat Strasser bersaudara. Kepada mereka ia nyanyikan lagu Natal yang baru saja dipelajarinya dari kedua penciptanya di gereja desa itu. Salah seorang penyanyi wanita itu menuliskan kata-kata dan not-not yang mereka dengarkan dari tukang orgel teman mereka. Dengan berbuat demikian mereka pun dapat menghafalkannya. Keempat wanita itu senang menambahkan Malam Kudus pada acara mereka.
.
Makin lama makin banyak orang yang mendengarnya, sehingga lagu Natal itu mulai dibawa ke negeri-negeri lain pula. Pernah seorang pemimpin konser terkenal mengundang keempat kakak-beradik dari keluarga Strasser itu untuk menghadiri konsernya. Sebagai atraksi penutup yang tak diumumkan sebelumnya, ia pun memanggil keempat wanita itu untuk maju ke depan dan menyanyi. Antara lain mereka menyanyikan Malam Kudus, yang oleh mereka diberi judul Lagu dari Surga. Raja dan ratu daerah Saksen menghadiri konser itu. Mereka mengundang rombongan penyanyi Strasser itu untuk datang ke istana pada Malam Natal. Tentu saja di sana pun mereka membawakan lagu Malam Kudus.
.
Lagu Natal yang indah itu umumnya dikenal hanya sebagai lagu rakyat saja. Tetapi sang raja ingin tahu siapakan pengarangnya. Pemimpin musik di istana, yaitu komponis besar Felix Mendelssohn, juga tidak tahu tentang asal-usul lagu Natal itu.
.
Sang raja mengirim utusan khusus untuk menyelidiki rahasia itu. Utusannya hampir saja pulang dengan tangan kosong. Lalu secara kebetulan ia mendengar seekor burung piaraan yang sedang bersiul. Lagu siulannya tak lain ialah Malam Kudus! Setelah utusan raja tahu bahwa itu dulu dibawa oleh seseroang dalam perjalanannya dari derah pegunungan Austria, maka pergilah dia ke sana serta menyelidiki lebih jauh.
.
Mula-mula ia menyangka bahwa barangkali ia akan menemukan lagu itu dalam naskah-naskah karangan Johann Michael Haydn, seorang komponis bangsa Austria yang terkenal. Tetapi sia-sia semua penelitiannya. Akan tetapi usaha utusan raja itu telah menimbulkan rasa ingin tahu pada penduduk setempat. Seorang pemimpin koor anak-anak merasa bahwa salah seorang muridnya mungkin pernah melatih burung yang pandai mengidungkan Malam Kudus itu.
.
Maka ia menyembunyikan diri sambil bersiul menirukan suara burung tersebut. Segera muncullah seorang anak laki-laki, mencari burung piaraannya yang sudah lama lolos. Ternyata anak itu bernama Felix Gruber. Dan lagu yang sudah termashur itu, yang dulu diajarkan kepada burung piaraanya, ditulis asli oleh ayahnya sendiri. Demikianlah seorang bocah dan seekor burung turut mengambil peranan dalam menyatakan kepada dunia luar, siapakah sebenarnya yang mengarang Lagu Natal dari Desa di Gunung itu.
.
Setelah satu abad lebih, Malam Kudus sesungguhnya menjadi milik bersama seluruh umat manusia. Bahkan lagu Natal itu pernah dipakai secara luarbiasa, untuk menciptakan hubungan persahabatan antara orang-orang Kristen dari dua bangsa yang sangat berbeda bahasa dan latar belakangnya.
.
Pada waktu Natal tahun 1943, seluruh daerah Lautan Pasifik diliputi Perang Dunia Kedua. Beberapa Minggu setelah Hari Natal itu, sebuah pesawat terbang Amerika Serikat mengalami kerusakan yang hebat dalam peperangan, sehingga jatuh ke dalam samudera di dekat salah satu pulau Indonesia. Kelima orang awak kapal itu, yang luka-luka semua, terapung- apung pada pecahan-pecahan kapalnya yang sudah tenggelam. Lalu nampak pada mereka beberapa perahu yang makin mendekat.
.
Orang-orang yang asing bagi mereka mendayung dengan cepatnya dan menolong mereka masuk ke dalam perahu-perahu itu. Penerbang-penerbang bangsa Amerika itu ragu-ragu dan curiga: Apakah orang-orang ini masih dibawah kuasa Jepang, musuh mereka? Apakah orang-orang ini belum beradab, dan hanya menarik mereka dari laut untuk memperlakukan mereka secara kejam? Segala macam kekuatiran terkilas pada pikiran mereka, karena mereka sama sekali tidak dapat berbicara dalam bahasa pendayung berkulit coklat itu. Sebaliknya, orang-orang tersebut sama sekali tak dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Rupa-rupanya tiada jalan untuk mengetahui dengan pasti, apakah tentara angkatan udara itu telah jatuh ke dalam tangan kawan atau lawan. Akhirnya, sesudah semua perahu itu mendarat di pantai, salah seorang penduduk pulau itu mulai menyanyikan Malam Kudus.
.
Kata-kata dalam bahasa Indonesia itu masih asing bagi para penerbang yang capai dan curiga. Tetapi lagunya segera mereka kenali. dengan tersenyum tanda perasaan lega, turutlah mereka menyanyi dalam bahasa mereka sendiri. Insaflah mereka sekarang bahwa mereka sudah jatuh ke dalam tangan orang-orang Kristen sesamanya, yang akan merawat mereka.
.
Bagaimana dengan sisa hidup kedua orang yang mula-mula menciptakan lagu Malam Kudus? Josef Mohr hidup dari tahun 1792 sampai tahun 1848. Franz Gruber hidup dari tahun 1787 sampai tahun 1863. Kedua orang itu terus melayani Tuhan bertahun-tahun lamanya dengan berbagai-bagai cara. Namun sejauh pengetahuan orang, mereka tidak pernah menulis apa-apa lagi yang luar biasa.
.
Nama-nama mereka pasti sudah dilupakan oleh dunia sekarang ... kecuali satu kejadian, yaitu: Pada masa muda mereka pernah bekerja sama untuk menghasilkan sebuah lagu pilihan. Gereja kecil di desa Oberndorf itu dilanda banjir pegunungan pada tahun 1899, sehingga hancur luluh. Sebuah gedung gereja yang baru sudah dibangun di sana. Di sebelah dalamnya ada pahatan dari marmer dan perunggu sebagai peringatan lagu Malam Kudus.
.
Pahatan itu menggambarkan Pendeta Mohr, seakan-akan ia sedang bersandar di jendela, melihat keluar dari rumah Tuhan di Surga. Tangannya di taruh di telinga. Ia tersenyum sambil mendengar suara anak-anak di bumi yang sedang menyanyikan lagu Natal karangannya. Di belakangnya berdiri Franz Gruber, yang juga tersenyum sambil memetik gitarnya. Sungguh tepat sekali kiasan dalam pahatan itu! Seolah-olah seisi dunia, juga seisi surga, turut menyanyikan Lagu Natal dari Desa di Gunung.
.
Kesukaan Bagi Dunia (Joy to the World)
.
Lirik lagu ini diambil langsung dari Alkitab, tepatnya Mazmur 98, oleh seorang Inggris bernama Issac Watts tahun 1719. Seratus tahun kemudian, pencipta lagu berkebangsaan Amerika, Lowell Mason, menciptakan nada untuk lagu itu. Jadilah lagu "Joy to the World" sebagai salah satu hymne Natal yang indah.
.
White Christmas
.
ASCAP (The American Society of Composers, Authors and Publishers) menetapkan lagu ini sebagai lagu Natal yang paling sering dinyanyikan dalam kaset rekaman sepanjang sejarah, dengan lebih dari 500 versi dalam 25 bahasa. Lagu ini dinyanyikan oleh Bing Crosby pertama kali tahun 1942 dalam sebuah acara musikal. Irving Berlin si pencipta lagu itu sebenarnya kurang pd dengan lagunya. Tetapi selera pasar berkata lain.
Para pendengar yang saat itu berada di tengah-tengah Perang Dunia II, menyukai liriknya yang dirasakan sanggup menghibur mereka yang sedang menghadapi perang pada saat Natal. Sekarang, lagu White Christmas menjadi favorit banyak orang.
.
Gita Surga Bergema (Hark, The Herald Angels Sing)
.
Charles Wesley (adik dari John Wesley pendiri Gereje Methodist), menciptakan lirik lagu sebanyak lebih dari 3000 buah termasuk lagu "Hark, the Herald Angels Sing" ini.
Sedangkan melodinya diciptakan oleh seorang pemusik bernama Felix Mendelssohn. Lagu Natal yang dikenal dengan irama cepat ini, seharusnya dinyanyikan secara lambat dan khidmat, seperti keinginan para penciptanya. Keinginan itu memang tidak 'dikabulkan' oleh William Cummings pemublikasi lagu tersebut tahun 1955. Felix dan Charles tidak bisa protes lebih lanjut karena ketika lagu mereka dipublikasikan, mereka berdua sudah keburu dipanggil Tuhan.
.
Jingle Bells
.
Lagu ini memiliki cerita yang menarik. Tahu mengapa? Karena lagu ini sama sekali bukan lagu Natal. Tahun 1859, James Pierpont menciptakannya sebagai lagu 'kebangsaan'
pertandingan kebut-kebutan antar kereta luncur (sleigh ride). Perlombaan itu hanya diadakan saat musim dingin tiba, karena salju adalah media utama bagi kereta luncur.
Pierpont yang adalah seorang penggemar kuda dan adu cepat pada masa itu, merasa perlu menciptakan sebuah lagu riang untuk dinyanyikan saat pertandingan.
.
Arti lirik refrain lagu itu kurang lebih demikian,
.
"Bel berbunyi sepanjang jalan,
sangatlah menyenangkan naik diatas kereta luncur
yang dibawa oleh seekor kuda".
.
Entah apa yang menyebabkan lagu Jingle Bells akhirnya diasumsikan sebagai lagu Natal .
.
O Holy Night
.
Dalam segala hal, lagu yang indah dan sangat brilian dari Prancis yang berjudul “Cantique de Noël” ini, tampak tanpa cacat dan cela. Liriknya yang religius dan melodinya yang sangat indah, serta suasana yang dibawakan kepada kita mencapai puncaknya dalam setiap penampilan lagu ini. Dalam penerimaan publik pun lagu ini diterima dengan sangat baik. Lagu ini termasuk salah satu lagu natal Prancis yang sangat terkenal dan bahkan di dunia internasional.
.
Tetapi kenapa kemudian seseorang mau menolak dan melarang keras penerbitan dari karya ini di saat-saat natal? Jawabanya terletak bukan pada karakteristik dari lagu ini sendiri, tetapi pada persepsi beberapa orang terhadap pencipta lagu ini. Kisah ini bermula di tahun 1847. Di Lembah Rhône, Prancis, yang terkenal dengan anggurnya yang berkualitas, perbedaan budaya yang mencolok, serta sejarahnya yang menawan, tinggallah seorang pria yang keberadaannya disentuh oleh seluruh aspek di atas. Placide Cappeau (1808-1877), seorang anggota komunitas kota Roquemaure - beberapa mil utara kota bersejarah Avignon - yang jabatannya adalah seorang komisioner mengurus anggur, yang di waktu senggangnya diisi dengan menuliskan bait-bait puisi dalam bahasa Prancis atau dialek Lang d’oc, dengan tidak sengaja menjadi seorang tokoh kecil dalam sejarah.
.
Kejadian menarik ini terjadi ketika Cappeau menjadi teman sepasang keluarga dari Paris bernama Laurey. Keluarga ini untuk sementara ditempatkan di Selatan Prancis, agar Laurey dapat melanjutkan kariernya di bidang teknik sipil, dengan membangun jembatan melintasi Sungai Rhône di daerah Roquemaure. Tepat sebelum Cappeau pergi ke Paris untuk urusan bisnis, pendeta dari jemaat di sana meminta penulis paruh waktu ini untuk menuliskan sebuah Puisi Natal dan menyerahkannya kepada seorang komponis terkenal di Prancis bernama Adolphe Adam (1803-1856) untuk aransemen musiknya. Adam adalah seorang teman dekat istri pasangan Laurey, yang adalah seorang penyanyi. Dilaporkan, pada 3 Desember 1847, kira-kira di tengah perjalanan ke Paris, Cappeau mendapatkan inspirasi untuk puisi tersebut, “Minuit, Chretiens.”
.
Cappeau sama sekali tidak terkenal pada saat dia menghubungi Adam di Paris. Komponis tersebut sebaliknya, sedang berada pada puncak masa keemasannya - seorang yang sangat popular dan musisi yang sangat aktif. Adam baru beberapa tahun yang lalu, di tahun 1841, menghasilkan karyanya yang terbaik, balet Giselle. Karya ini biasa disebut sebagai 'Hamlet untuk karya balet', karena kisahnya yang menyedihkan, tantangannya untuk balerina yang membawakan, serta keindahan estetika hasil perpaduan koreografi dan musik. Melodi yang dibuatnya untuk karya puisi dari teman Ny. Laurey hanyalah karya kecil dari reputasinya.
.
Setelah Cappeau membawa karyanya kepada Adam, lagu ini berhasil diselesaikan dalam beberapa hari. Pemunculan perdana dari lagu ini, seperti yang telah direncanakan, adalah pada misa tengah malam di gereja Roquemaure pada Natal 1847. Sangat mudah dimengerti bahwa para penonton tidak menyangka bahwa musik yang begitu menyentuh jiwa ini sebagian adalah hasil karya seseorang dari tempat itu sendiri. Mereka sangat terkesima. Setelah pemunculan ini, bertahun-tahun kemudian, lagu ini menjadi lagu yang sangat terkenal dinyanyikan pada saat Natal. Pertama kali lagu ini diterbitkan pada tahun 1855 oleh Schott and Company di London, dan dari sanalah, lagu ini mengalami beberapa penyesuaian dan diterjemahkan ke berbagai bahasa di seluruh dunia. Terjemahan yang paling terkenal adalah versi O, Holy Night yang ditulis oleh seorang kritikus musik dan jurnalis dari Amerika bernama John Sullivan Dwight (1818-1893).
.
Karena lagu ini sangat terkenal dan popular, maka beberapa orang kurang menyenangi lagu ini dan menganggapnya tidak mewakili Natal. Alasan utama serangan terhadap lagu ini bukan pada bagian seninya, tetapi lebih kepada karakteristik negatif latar belakang penulisnya. Seorang bishop dari Prancis bahkan pernah mengatakan bahwa lagu ini tidak memiliki cita rasa musik dan kehilangan (tidak ada) spirit agama di dalamnya. Adam berasal dari latar belakang non-Kristen dan pekerjaannya pun adalah komponis lagu-lagu opera untuk teater, sebuah arena yang sangat jauh dari wilayah religius teologis. Lebih buruk lagi, Cappeau, digambarkan sebagai seorang sosial radikal, pemikir bebas, sosialis, dan seorang non-Kristen. Dalam beberapa hal, pengelompokan seperti ini benar. Pada akhir masa hidupnya, Cappeau mengadopsi beberapa pemikiran politik dan sosial yang sangat ekstrim di masanya, seperti menentang ketidaksetaraan, perbudakan, ketidakadilan, dan segala macam penindasan. Hal ini sangat jelas diindikasikan dalam karya puisinya yang terbit tahun 1876 berjudul “Le Château de Roquemaure”, sebuah karya puisi filosofis 4000 baris dimana Cappeau menyangkali lirik yang ditulisnya tahun 1847 dan merevisi seluruh isi dan penampakannya. Seluruh keanehan ini terjadi pada akhir-akhir masa hidupnya, dan ditandai dengan kehidupan eksentrik yang sangat jelas. Ketika dia menulis bait-bait lagunya yang indah dan menyentuh, dia mungkin hanyalah seorang Kristen biasa, kalau tidak pendeta jemaat tersebut tidak akan memintanya untuk menuliskan suatu puisi yang sifatnya religius.
.
Secara keseluruhan, lagu ini mungkin merupakan lagu solo Natal terindah yang ada sekarang ini. Pengaruh lagu ini pada kebudayaan barat diilustrasikan di sebuah cerita yang konon kabarnya belum diketahui kebenarannya. Ketika terjadi perang antara Prancis dan Prussia (sekarang Jerman) di tahun 1870-1871, tentara Prancis dan Jerman saling berhadapan di parit-parit luar kota Paris. Pada malam Natal, seorang tentara Prancis tidak disangka-sangka melompat keluar parit dan menyanyikan lagu ini. Terpesona akan keindahan lagu ini, para tentara Jerman bukan saja tidak menembak tentara Prancis tersebut, malah mulai menyanyikan lagu Natal yang terkenal di Jerman yang ditulis oleh Martin Luther berjudul “Vom Himmel hoch” (“From Heaven Above to Earth I come”). Benar tidaknya kejadian ini, setidaknya melukiskan betapa lagu ini begitu dicintai. Jika ini sejarah, maka hal ini melukiskan pengaruh budaya dari lagu tersebut. Jika ini hanya cerita, maka hal ini mencerminkan pengaruh yang berkelanjutan dari lagu ini dalam imajinasi manusia.
.
Dari beragam keunikan lagu-lagu Natal, intinya hanyalah satu, yaitu untuk membawa suasana kehangatan Natal itu sendiri dalam setiap hati orang yang menyanyikan dan mendengarkannya.
 
 
 

.
Sumber : e-Reformed, dll.
.

by Sahat Parlindungan Simarmata - http://www.sahatsimarmata.com/

1 Desember 2011

My Christmas Tree

22 November 2011

Christmas Movie Review ( Arthur Christmas 2011)

Arthur Christmas


Natal sebentar lagi tiba. Tentunya semua anak sudah membayangkan hadiah Natal apa yang bakal mereka terima di hari bahagia ini. Tapi pernahkah terpikir bagaimana Santa Claus bisa mengirimkan semua kado Natal itu hanya dalam waktu satu malam? Jawabnya sederhana. Santa Claus ternyata punya peralatan canggih yang membuatnya bisa berada di banyak tempat dalam waktu sangat singkat. Ini kisahnya.
Jauh di bawah permukaan salju Kutub Utara tersembunyi sebuah ruangan yang sangat besar. Di sana Santa Claus dan keluarganya tinggal. Markas besar Santa Claus ini jauh dari perkiraan banyak orang. Ada banyak teknologi canggih di sana. Teknologi ini juga yang digunakan Santa Claus mengirimkan hadiah Natal buat anak-anak di seluruh dunia hanya dalam waktu satu malam.
Tahun ini ada satu masalah. Satu kado terancam tak terkirim dan sekarang semuanya tergantung Arthur (James McAvoy). Kalau ia berhasil mengirimkan kado ini maka semuanya akan baik-baik saja. Kalau tidak, reputasi Santa Claus yang jadi taruhannya. Untungnya masih ada kakek Santa (Bill Nighy) dan Bryony (Ashley Jensen) yang bakal membantu Arthur.
Ada beberapa nama besar yang menjadi pengisi suara termasuk James McAvoy dan Bill Nighy.
Genre : Animasi
Tanggal Rilis : 23 November 2011
Sutradara : Sarah Smith, Barry Cook
Pemain : James McAvoy, Hugh Laurie, Jim Broadbent, Bill Nighy, Imelda Staunton, Ashley Jensen
Naskah : Peter Baynham, Sarah Smith
Produser : Steve Pegram
Distributor : Columbia Pictures






Source:IMDB/Wikipedia







       

15 November 2011

My Favorite Christmas Album

Christmas is Coming ... ... wow ... Christmas soon, here I want to share about some of my favorite Christmas album .. there is Justin Bieber, David Archuleta and other Christmas album complete with album info .. It's a wonderful Christmas Song ....

Have a Magical Christmas ..

Happy Christmas Melodies, bring back faded memories ...

Justin Bieber : UNDER THE MISTLETOE CHRISTMAS ALBUM 2011

1. Only Thing I Ever Get For Christmas
2. Mistletoe
3. The Christmas Song (Chestnuts Roasting On An Open Fire) feat. Usher
4. Santa Claus Is Coming To Town
5. Fa La La feat. Boyz II Men
6. Christmas Love
7. All I Want For Christmas Is You Duet Mariah Carey
8. Drummer Boy feat. Busta Rhymes
9. All I Want Is You
10. Fa La La (acapella) feat. Boyz II Men
11. Christmas Eve
12. Home This Christmas feat. The Band Perry
13. Silent Night
14. Pray
15. Someday At Christmas


David Archuleta : CHRISTMAS FROM THE HEART


1.Joy To The World
2.Angels We Have Heard On High
3.O Come All Ye Faithful
4.Silent Night
5.The First Noel
6.O Holy Night
7.Have Yourself A Merry Little Christmas
8.I'll Be Home For Christmas
9.Pat-A-Pan
10.What Child Is This
11.Riu Riu Chiu
12.Ave Maria
13.Melodies Of Christmas


Michael Buble : CHRISTMAS (2011)

1. It’s Beginning To Look A Lot Like Christmas
2. Santa Claus Is Coming To Town
3. Jingle Bells [featuring the Puppini Sisters]
4. White Christmas [duet with Shania Twain]
5. All I Want For Christmas Is You
6. Holly Jolly Christmas
7. Santa Baby
8. Have Yourself A Merry Little Christmas
9. Christmas (Baby Please Come Home)
10. Silent Night
11. Blue Christmas
12. Cold December Night
13. I’ll Be Home For Christmas
14. Ave Maria
15. Mis Deseos/Feliz Navidad" [duet with Thalia]



Celine Dion : These Are Special Times Christmas Album

1. "O Holy Night"  
4. "Another Year Has Gone By"  
5. "The Magic of Christmas Day (God Bless Us Everyone)"  
6. "Ave Maria"  
10. "Brahms' Lullaby"  
11. "Christmas Eve"  
12. "These Are the Special Times"  
15. "Feliz Navidad"  
16. "Les cloches du hameau"  


Taylor Swift - Sound Of The Season Christmas Album

01.Last Christmas
02.Christmases When You Were Mine
03.Santa Baby
04.Silent Night
05.Christmas Must Be Something More
06.White Christmas


Glee Cast - Glee: The Music, The Christmas Album, Vol. 2 [2011] 

12 Tracks 2011 holiday release, the second volume of Christmas tunes performed by the cast of the television series Glee. Includes a variety of yuletide tunes such as 'Little Drummer Boy,' 'Let It Snow,' 'Santa Baby,' 'Do They Know It's Christmas' and more.

Original Release Date: November 15, 2011

Album info
1. All I Want For Christmas Is You (Glee Cast Version)
2. Extraordinary Merry Christmas (Glee Cast Version)
3. Santa Baby (Glee Cast Version)
4. Christmas Eve With You (Glee Cast Version)
5. Little Drummer Boy (Glee Cast Version)
6. River (Glee Cast Version)
7. Do You Hear What I Hear (Glee Cast Version)
8. Let It Snow (Glee Cast Version)
9. Santa Claus Is Coming to Town (Glee Cast Version)
10. Christmas Wrapping (Glee Cast Version)
11. Blue Christmas (Glee Cast Version)
12. Do They Know It's Christmas (Glee Cast Version)

David Archuleta : CHRISTMAS FROM THE HEART


Melodies Of Christmas Lyric

There's something in the melodies that the Christmas season brings.
Joy and laughter in the air, smiling faces everywhere.
All familiar melodies, bring back special memories.
They remind us, they remind us.

Merrily the choir sounds, spreading christmas joy around.
Filling hearts with cheer, may it last through all the year.
Happy Christmas melodies, bring back faded memories.
They remind us, they remind us.

(CHORUS)
Join us and sing, the sounds of heaven and nature ring.
With family, rocking around the Christmas tree.
Carols of hope, of the greatest story ever told. (Sing the melodies of Christmas)
Sing the melodies of Christmas.

There's something about the melodies, of Santa Claus and Christmas trees.
Favorite songs of Nat and Bing,
Elvis, Josh, and Celine.
It's the special time of year, bringing friends and family near.
To remind us, of love and kindness.

(CHORUS)
Joyful messages you may find, peace and happiness through all mankind.
In the melodies an offering, of the love that flows from the Heavenly King.


Of the love that flows from the Heavenly King.
Raise your voice, let us sing.
It's the message that these songs can bring.
'Round the fire, 'round the tree,
singing carols merrily.
Merry Christmas, Merry Christmas.

One more melody to sing at Christmas, one more memory of Christmas cheer.
Old familiar melodies, bring back special memories.

Raise your voice, let us sing.
It's the message that these songs can bring.
'Round the fire, 'round the tree,
singing carols merrily.
Merry Christmas, Merry Christmas.

Filling hearts with Christmas cheer, may it last through all the year.
Something in the melodies, that the Christmas season brings.
Joy and laughter in the air, smiling faces everywhere.

Happy Christmas melodies, bring back faded memories.


Source
[From:http://www.metrolyrics.com/melodies-of-christmas-lyrics-david-archuleta.html]

9 November 2011

Tradisi Natal di Beberapa Negara



Keluarga Kristen di berbagai belahan bumi secara serentak merayakan Natal di bulan Desember nanti, namun masing-masing memiliki cara dan tradisi yang unik sesuai dengan budaya dimana mereka tinggal. Ini dia tradisi-tradisi keluarga Kristen dalam merayakan Natal dari berbagai negara, yang diperoleh dari berbagai sumber. Nah... marilah kita berkeliling dunia untuk mengenal tradisi Natal mereka.....

  1. Natal di Spanyol
    Di Spanyol, saat merayakan Natal, biasanya Nacimiento (kata "palungan" dalam bahasa Spanyol) diletakkan di tengah ruangan. Selanjutnya pada hari Natal seluruh anggota keluarga berlutut mengelilingi palungan tersebut sambil berdoa dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Kebiasaan yang dilakukan anak-anak adalah meletakkan sepatu-sepatu mereka di jendela yang diisi dengan berbagai permen dan mainan.
  2. Natal di Meksiko
    Orang Meksiko merayakan Natal dengan menggelar festival selama 9 hari. Setiap malam tampil atraksi dari berbagai keluarga yang berbeda dengan dipimpin oleh anak kecil yang membawa patung Yesus, Maria dan Yusuf yang terbuat dari tanah liat. Mereka berjalan ke rumah-rumah yang sedang melangsungkan pusada (baca: pesta) dan menyanyikan lagu-lagu Natal. Sementara itu beberapa orang dari mereka berusaha memecahkan boneka yang terbuat dari tanah liat yang tergantung di langit-langit rumah) sehingga seluruh peserta akan dihujani dengan berbagai permen dan hadiah dari dalam boneka buatan tersebut.
  3. Natal di Austria
    Liburan dimulai tanggal 6 Desember dimana anak-anak berkumpul untuk menunggu kedatangan St. Nicholas (Santa Claus) beserta asistennya yang bernama Krampus (atau Piet Hitam). Pada malam Natal, ikan merupakan menu utama makan malam keluarga. Kemudian dilanjutkan dengan acara pembagian hadiah dimana seluruh anggota keluarga mengitari pohon Natal yang telah dihiasi dengan lampu dan manisan buah plum.
  4. Natal di Jerman
    Pohon Natal merupakan hal yang mutlak ada di rumah keluarga Kristen di Jerman. Menjelang malam Natal para orangtua akan mempersiapkan dan menghiasi pohon Natal dengan apel, permen, kacang, kue, mobil-mobilan, kereta api mainan, malaikat, emas- emasan, apa yang merupakan kesenangan seluruh keluarga, dan lilin. Hadiah-hadiah ditempatkan di bawah pohon Natal. Ketika semua sudah siap, bel dibunyikan sebagai tanda bagi anak-anak untuk memasuki "Ruangan Natal." Anak-anak menyanyikan pujian, mendengarkan cerita Natal, dan membuka hadiah mereka yang terdapat di bawah pohon Natal.
  5. Natal di Perancis
    Pada malam Natal, anak-anak Perancis biasa meletakkan sepatu mereka di depan perapian sambil berharap Santa Claus (Pere Noel) akan memenuhi sepatu mereka dengan berbagai hadiah. Jamuan tengah malam di malam Natal adalah daging yang disebut "le reveillon". Reveillon berarti bangun, atau panggilan untuk hari pertama. Jadi reveillon adalah simbol kebangkitan spiritual dari arti kelahiran Yesus. Daging tersebut bisa terdiri dari tiram, sosis, arak, ham bakar, unggas panggang, salad, buah-buahan dan kue tart. Di Perancis Selatan ada satu tradisi yang unik. Pie/Kue Daging Natal (pain calendeau) dipotong secara bersilang dan dimakan hanya setelah bagian yang pertama diberikan kepada orang yang miskin.
  6. Natal di Filipina
    Orang Filipina sangat menyukai Natal, lagu-lagu Natal sudah mengudara di berbagai stasiun radio bahkan sejak bulan september. Pada tanggal 16 hingga 24 Desember pagi diadakan misa khusus yang disebut "Misa de Gallo", dan seusai misa biasanya disediakan berbagai sajian makanan khas daerah yang terbuat dari beras. Pada malam Natal, seusai mengikuti misa tengah malam, para keluarga Filipina berkumpul untuk menikmati makan malam bersama. Menunya pun cukup mengundang selera, yaitu babi panggang utuh, daging asap, aneka keju serta masakan lainnya. Ini adalah saat dimana keluarga berkumpul untuk memohon kesehatan dan keselamatan bagi setiap orang. Lalu hadiah Natal pun dibuka dengan gembira.
  7. Natal di Korea
    Anak-anak di Korea mempunyai tradisi sendiri dalam merayakan Natal, yaitu dengan saling memberi kartu Natal. Tidak peduli berapa banyak teman sekolah atau teman bermain, mereka akan mengirim dan membalas semua kartu yang mereka terima, meski dengan demikian anak-anak di Korea harus melewatkan jam tidur malamnya hanya untuk membalas kartu-kartu Natal tersebut. Uniknya, setiap kartu memiliki isi yang berbeda. Ini menunjukkan bagaimana mereka mengekspresikan perasaan mereka pada setiap orang yang mereka kenal.
  8. Natal di Australia
    Tidak seperti suasana Natal yang seringkali digambarkan jatuh pada musim dingin, Natal di Australia justru jatuh pada musim panas. Karena itu, banyak aktivitas bernuansa Natal yang mereka lakukan di kolam renang, pantai, atau pusat perbelanjaan. Permainan kriket yang dimulai sehari sesudah Natal dan perlombaan perahu dayung (yacht) dari Sydney ke Hobart di Pelabuhan Sydney adalah dua acara olah raga penting yang diadakan tiap Natal. Namun seperti layaknya tradisi Natal di berbagai negara lain, keluarga Kristen di Australia biasanya juga meluangkan waktu untuk berkumpul dan makan bersama di malam Natal.
  9. Natal di China
    Anak-anak Kristen di Cina menghias rumah dan pohon Natal mereka dengan lentera dan bunga-bunga dari kertas. Lentera itu mengingatkan mereka akan Yesus, Sang Terang dunia.
  10. Natal di Irlandia
    Pada malam Natal di Irlandia, anak terkecil dalam sebuah keluarga menyalakan lilin dan meletakkannya pada jendela terbesar. Lilin itu akan dibiarkan menyala sepanjang malam untuk menerangi jalan bagi orang yang mencari tempat berteduh, seperti Maria dan Yusuf pada Natal pertama.
  11. Natal di Swedia
    Hari raya Santa Lusia tanggal 13 Desember adalah perayaan pertama Natal di Swedia. Nama Santa Lusia dipakai untuk mengingat seorang gadis kecil bernama Lusia yang membawakan makanan bagi orang-orang Kristen yang bersembunyi ratusan tahun yang lampau. Anak tertua dalam sebuah keluarga mengenakan lilin di atas kepalanya dan membawa roti untuk sarapan bagi keluarga mereka di tempat tidur.
  12. Natal di Venezuela
    Di Venezuela anak-anak mendapat hadiah Natalnya pada tanggal 6 Januari, yaitu pada perayaan hari tiga orang Majus. Sebelum tidur, anak-anak menaruh jerami bagi unta-unta orang Majus, dan pada pagi harinya mereka akan menemukan hadiah dari orang Majus.
  13. Natal di Greenland
    Keluarga di Greenland harus mengimpor pohon Natal dari luar negeri, karena di negara mereka pohon itu tidak tumbuh.
  14. Natal di Inggris
    Puding, plum dan pie adalah makanan khas yang disajikan pada waktu Natal di Inggris. Kartu Natal pertama kali juga diciptakan di negara ini.
  15. Natal di Polandia
    Di Polandia setiap malam Natal selalu disediakan sebuah kursi di meja makan untuk bayi Yesus.
  16. Natal di Liberia
    Kebanyakan penduduk di Liberia tidak merayakan Natal, tetapi mereka menghias rumah mereka dengan sebatang pohon palem yang dihiasi lonceng merah dan menyanyikan lagu Natal.
  17. Natal di Irak
    Di malam Natal seluruh keluarga akan berkumpul untuk mendengarkan kisah Natal. Seorang anak akan membacakan kisah Natal dari Alkitab sementara anggota keluarga yang lain memegang lilin-lilin. 
 
Copyright 2009 Indah Anggreni...... Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemesfree