Welcome to My Blog

4 Desember 2011

Kekurangan dan Kelebihan Windows 7 Starter Edition

 
Kalau kamu berencana membeli sebuah Netbook, maka seperti kita ketahui Netbook yang keluar saat ini kebanyakan memakai (built in) Sistem Operasi Windows 7 Starter Edition. Lalu apa kekurangan dan kelebihan dari Windows 7 Starter Edition ini dibandingkan dengan Windows 7 lainnya, seperti Windows 7 Home Premium,Windows 7 Profesional atau Windows 7 Ultimate Edition.
Berikut adalah kekurangan Windows 7 Starter Edition:


  1. Tidak Ada DVD Playback. Ini artinya di Windows 7 Starter Edition kamu tidak akan bisa menonton DVD, meskipun kamu memiliki DVD Player Eksternal, tetap aja Windows 7 Starter Edition tidak akan mampu memutar DVD ini.
  2. Tidak ada Support untuk 64-Bit. Windows 7 Starter Edition hanya berjalan di mode 32-bit saja, itu artinya Windows 7 Starter Edition tidak akan bisa menjalankan program-program yang didesain untuk Windows 7 64-bit.
  3. Tidak Ada tampilan “Aero”. Yups Windows 7 tampil cantik dan indah karena adanya tampilan effek Aero, namun sayang sekali  di Windows 7 Starter Edition kamu tidak akan menemukan efek tersebut
  4. Tidak Support Tablet PC. Kamu baru membeli sebuah Tablet PC dengan layar sentuh, maka Windows 7 Starter Edition tidak akan mendukung Tablet PC tersebut.
  5. Tampilan Desktop yang membosankan. Benar sekali, di Windows 7 Starter Edition kita tidak bisa merubah Background Desktop dengan foto atau gambar yang kita ingin. Background telah dikunci, dan hanya menampilkan logo Window saja. Meski dengan program khusus mungkin kita bisa men-tweak-nya. Untuk Mengganti Tema/Theme di Windows 7 Starter Edition kamu bisa Membaca artikel tentang Cara Mengganti Tema Windows 7 Starter Edition di Netbook
Sedangkan kelebihan Windows 7 Starter Edition adalah resourse atau speks yang diperlukan tidak terlalu tinggi, dengan prosesor Intel Atom N450 plus memori DDR2 berkapasitas 1 GB saja kita sudah bisa menjalankan Windows 7 Starter Edition di Netbook kita.


About Christmas Ornament

Arti dan Harapan Hiasan Natal



Desember tiba. Kita mempersiapkan perayaan Natal salah satunya dengan menghias rumah dengan berbagai ornament-ornament Natal. Hiasan-hiasan ini nyatanya tak menjadi sekedar penghias, tapi punya arti dan mengandung harapan yang menjiwai semangat Natal. Apa arti dan harapan yang ada pada setiap hiasan itu? Simak yang berikut ini :

BINTANG DAN TIGA RAJA : Lambang Ketaatan Dan Kerendahan Hati
Dikisahkan, berita kelahiran Yesus saat itu terdengar sampai ke telinga Tiga Raja dari Timur.

KRANS DEDAUNAN : Lambang Harapan, Suka Cita, Dan Kasih
Dedaunan yang dirangkai melingkar ini biasa disebut rangkain adven. Rangkain ini menggambarkan perjalanan umat Kristiani, khususnya Katholik, dalam masa penantian akan kedatangan Tuhan di hari Natal. Adven, berasal dari kata latin adventus yang artinya “kedatangan”, adalah masa atau periode sebelum Natal yang dimulai pada minggu ke-4 sebelum Natal dan berakhir pada malam Natal.

LONCENG : Lambang Kumandangkan Kemeriahan Natal
Kegembiraan dan kemeriahan Natal disimbolkan Lonceng, ketika lonceng-lonceng ini dibunyikan, maka kumandangnya menyemarakan seluruh bumi. Kegembiraan Natal pun menyelimuti umat-Nya.

CEMARA SI POHON NATAL
: Lambang Kesetiaan Iman
Kesemarakan Natal menjadi lebih meriah dengan hadirnya pohon ini, Jerman, adalah negara yang disebut-sebut pencipta tradisi ini. Adalah Santo Bonifasius penyebar agama Kristen di Jerman. Dia murka ketika di tengah lawatannya berjumpa dengan sekelompok orang yang sedang memuja pohon oak. Maka, pohon oak pun ditebangnya. Keajaiban terjadi, dari akar pohon yang telah tumbang itu tumbuh tunas cemara. Kejadian ini dipercaya sebagai tanda akan kesetiaan orang Kristiani akan imannya. Dan sejak kejadian itu, di abad ke-15 mulailah pohon cemara dipakai sebagai hiasan Natal di Jerman.

POINSETTA : Lambang Berseminya Iman dan Harapan Baru
Asal usul namanya poinsetta (Euphorbia pulcherrima) berasal dari nama Joel Roberst Pinsett, seorang duta besar pertama Amerika untuk Mexico. Kecintaannya terhadap ilmu botani membawanya menemukan semak berbunga merah yang tumbuh liar di pinggir jalan daeah Mexico Selatan pada tahun 1828, dan membawa tanaman ini ke greenhouse-nya di South Carolina.

MALAIKAT : Lambang Cinta, Kesucian, Dan Perdamaian
Karena kecintaannya kepada umatnya, kelahiran Yesus diberitakan ke seluruh dunia melalui kabar yang dibawa oleh malaikat utusan Allah. Kabar gembira ini mengandung makna damai bagi seluruh umat manusia dan kecintaan Tuhan yang rela hadir ke dunia dan menjelma menjadi manusia.

SANTA CLAUS DAN KAUS KAKI : Lambang Kebaikan Tuhan dan Berkat
Santa Klaus mengisahkan seorang bernama Nicholaus yang begitu murah hati membantu orang lain. Apa yang dilakukan Nicholaus diterjemahkan dalam tradisi Natal yang dilakukan orang pada saat ini. Pada malam Natal, kaus kaki digantungkan di pohon terang atau di pintu-pintu. Keesokan harinya ketika Natal tiba, kaus-kaus sudah berisi hadiah yang dibawa oleh “Santa Claus” yang diperuntukkan bagi anak-anak yang hidupnya baik dan taat pada Tuhan.



Sumber :
http://www.mypepito.info

Tradisi Perayaan Natal di Eropa dan Amerika

Australia

Negara kangguru ini memiliki tradisi unik dalam menyemarakkan Hari Natal. Istilah White Christmas hanya dikenal di Eropa atau negara di Kutub Utara. Lain hal dengan wilayah selatan seperti di Australia. Natal di Australia terjadi saat musim panas. Tak heran jika semarak Natal lebih bergemuruh di luar ruangan, seperti di kolam renang, cafe, hotel, pantai, dan pusat perbelanjaan.
Biasanya menjelang Natal hingga Tahun Baru, warga Australia mengadakan perlombaan kriket dan perahu dayung (yatch). Menjelang perayaan tersebut, banyak sekolah dan kantor merayakan acara “Secret Santa”, yakni saling memberi hadiah kepada teman. Dalam acara itu, biasanya si penerima diminta menebak siapa si pemberi hadiah.
Layaknya tradisi Natal di negara lain, warga Australia juga kerap mengadakan kumpul bersama teman dan saudara dengan jamuan makan. Biasanya yang selalu ada, yakni menyajikan barbecue untuk makan siang, dengan bahan berupa daging sapi, udang atau ayam. Sebagai sajian penutup tak ketinggalan selalu ada ice cream atau sorbet. Tak ketinggalan vegemite (vegie), sejenis olesan pasta yang terbuat dari ekstrak ragi sisa pembuatan bir. Bahkan vegie menjadi ikon nasional Australia, karena warga asli Australia selalu menyediakannya setiap hari, termasuk saat Natal.
Kemeriahan suasana Natal semakin bertambah dengan menjamurnya toko yang buka hingga larut malam dan diskon besar-besaran selama lebih dari sepekan. Bahkan sehari setelah Natal, 26 Desember, mereka merayakan tradisi belanja yang dikenal “boxing day”. Tidak hanya itu, kemeriahan semakin bertambah dengan hadirnya pohon Natal “raksasa” di Brisbane Square. Fenomena pohon Natal “raksasa” ini juga ditemukan di kota-kota besar lain, seperti Sydney dan Melbourne.
Amerika Serikat
Tak terlewatkan Negeri Paman Sam, sukacita Natal sudah terasa dari awal Desember. Warga Amerika sejak minggu pertama di bulan Desember sudah berlomba menghias rumah, outlet, jalanan, tempat wisata dengan pernak-pernik Natal. Tak heran suasana Natal sangat meriah di negeri ini.
Natal di Amerika tidak hanya menjadi hari raya keagaamaan, tetapi momen tepat untuk kumpul bersama keluarga dan kerabat. Di saat itu, biasanya mereka saling bertukar kado dan mengucapkan “Marry Christmas” . Seperti negara lain, di saat kumpul, mereka menghidangkan jamuan tradisional di atas meja makannya. Saat malam hari mereka selalu menghidangkan daging angsa, kalkun panggang dengan beragam sayuran rebus dan selada. Ketika siang hari, segelas air jeruk (squash) dinikmati bersamaan dengan Pie labu.
Uniknya, perusahaan besar, sekolah, gereja, dan supermarket mengadakan Jun Raising. Saat itu, sebuah tong kosong yang besar bertuliskan “isikan makanan atau pakaian untuk orang-orang tidak mampu”. Seketika itu, orang yang lewat akan menaruh sebagian milik mereka ke dalamnya. Selain itu ada juga tradisi mengumpulkan makanan untuk binatang peliharaan seperti anjing dan kucing. Anjing dan kucing merupakan binatang peliharaan terfavorit di Amerika. Sampai-sampai, mereka menganggap seperti anak kandung sendiri.
Meksiko
Masyarakat Meksiko merayakan Natal dengan menggelar festival selama sembilan hari. Di setiap rumah akan terlihat boneka-boneka dari tanah liat yang digantung di atap rumah. Pinata, sebutan boneka ini, berisikan permen serta hadiah-hadiah natal yang menarik. Setiap tamu yang datang berkunjung untuk mengucapkan selamat natal berhak memilih boneka untuk dipecahkan dan hadiah di dalamnya akan menjadi miliknya.
Meskipun perayaan Natal mendunia, Meksiko merayakan dengan tradisinya yang khas dan lebih lama dari biasanya. Beragam kegiatan berlangsung mulai dari 16 Desember hingga 6 Januari. Ada banyak nama festival pada Natal setelah hari kedua belas sesudahnya, Twelfth Night, Epiphany, Three Kings Day, dan 6 Januari. Tradisi ini di Meksiko disebut Dia de Reyes, yaitu tradisi anak-anak yag meninggalkan sepatu mereka di depan pintu supaya diisi hadiah oleh orang-orang majus (tiga raja). Saat itu juga palungan dan semua perlengkapan tidak lagi dipajang.
Natal di Meksiko diperingati dengan misa tengah malam dan dilanjutkan dengan makan malam bersama. Biasanya mereka menikmati Rosca de Reyes, yakni roti khusus yang dibuat saat Natal. Bentuknya seperti mahkota yang dihiasi dengan buah-buah kering dan di dalamnya tersembunyi boneka kecil yang terbuat dari plastik. Dalam acara makan bersama ini, setiap tamu memotong Rosca untuk dirinya sendiri. Apabila mereka menemukan boneka yang melambangkan bayi Yesus dalam potongan Rosca, mereka harus mengadakan pesta pada 2 Februari yang disebut Candlemas. Saat Candlemas, harus tersedia temale dan atole untuk semua tamu yang datang.
Tradisi lain yang terkenal adalah Las Posadas yang diselenggarakan setiap malam selama 9 hari, dari tanggal 16 Desember dan Malam Natal. Posadas yakni pemutaran adegan yang diperankan masyarakat mengenai perjalanan Yusuf dan Maria dalam mencari tempat untuk menginap dan melahirkan Yesus. Namun kini, Posadas juga dimeriahkan dengan pesta, di mana orang dewasa diberikan jus buah pekat dengan ditambahkan sedikit alkohol untuk menghangatkan badan. Keramaian Posadas juga harus diimbangi dengan Piñata. Piñata merupakan ekspresi seni rakyat Meksiko yang disemarakkan melalui permainan yang digemari anak-anak dan orang dewasa. Piñata adalah patung boneka yang terbuat dari tanah liat yang biasanya diisi dengan buah-buahan, kacang-kacangan, permen, dan mainan kecil di dalamnya.
Inggris
Layaknya Natal di negara lain, Inggris juga memeriahkannya dengan misa ke gereja, makan malam bersama, dan tukar hadiah. Namun, di Inggris terdapat suatu tradisi mematahkan crackers (semacam kue panjang yang di dalamnya terdapat karton bertulisan). Tradisi ini ada sekitar tahun 1847, mulanya crackers ini cuma ide iseng dari Tom Smith untuk promosi permen buatannya, tapi lama kelamaan orang jadi ketagihan dengan bunyi crack waktu crackers dipatahkan dan jadilah satu tradisi natal sampai sekarang.
Di Inggris, terdapat hidangan wajib yang harus tersedia dalam menyambut Natal, yakni Puding, Plum, dan Pie. Bila di negara lain terdapat fruitcake, lain hal dengan di Inggris. Sajiannya berupa Puding yang berisikan buah kering dan kacang-kacangan. Uniknya, saat proses mengaduk adonan, sang pembuat sambil memohon sesuatu dan pengadukannya harus searah jarum jam (tidak boleh semaunya atau berlainan arah). Hal itu karena masyarakat Inggris meyakini hanya dengan cara tersebut, pemohonannya terkabulkan.


Source : http://bakeryindonesia.co.id/
 
Copyright 2009 Indah Anggreni...... Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemesfree